Bow Shackle Omega G2130 6.5 Ton – 7/8″ POWERTEC Segel Bolt Type

Belanja Hemat Tanpa Ribet Produk Powertec Secara Online

  • Garansi Uang Kembali 100% jika produk yang diterima tidak sesuai
  • Pengiriman Cepat karena langsung menggunakan Armada Khusus Distributor Kami
  • Kirim ke Seluruh Indonesia, Testing produk dan packaging dijamin aman
SKU: 10711999034 Category: Shackle Tags:

Description

Mengenal Jenis Shackles, Ukuran, dan Kapasitas Shackle untuk Kebutuhan Lifting

Dalam industri konstruksi, manufaktur, pertambangan, hingga pelabuhan, shackle menjadi salah satu komponen penting dalam sistem lifting dan rigging. Alat ini berfungsi sebagai penghubung antara sling, rantai, hook crane, maupun titik angkat pada beban sehingga proses pengangkatan dapat dilakukan secara aman. Oleh karena itu, memahami berbagai jenis shackles sangat penting agar pengguna dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Selain mengenal jenisnya, pengguna juga harus memahami ukuran dan kapasitas shackle sebelum menggunakannya. Kapasitas kerja yang sesuai akan membantu menjaga keamanan selama proses lifting sekaligus memperpanjang umur pakai peralatan. Artikel ini membahas cara mengetahui ukuran shackle, jenis-jenisnya, kegunaan dalam lifting gear, hingga perlengkapan rigging yang umum digunakan.

Cara Mengetahui Ukuran Shackle

Menentukan ukuran shackle tidak hanya melihat besar kecilnya bentuk fisik, tetapi juga harus memperhatikan spesifikasi teknis yang tertera pada produk. Setiap shackle umumnya memiliki informasi mengenai ukuran, Working Load Limit (WLL), serta identitas produsen.

Beberapa cara mengetahui ukuran shackle adalah sebagai berikut.

  • 1. Periksa diameter pin: Diameter pin menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan ukuran shackle. Semakin besar diameternya, umumnya semakin besar pula kapasitas angkatnya.
  • 2. Perhatikan diameter bodi: Bodi shackle berfungsi menahan beban utama sehingga dimensinya menjadi indikator kekuatan produk.
  • 3. Lihat ukuran bukaan (jaw opening): Bukaan harus sesuai dengan ukuran sling, rantai, atau masterlink yang akan dipasang.
  • 4. Periksa nilai Working Load Limit (WLL): WLL menunjukkan kapasitas kerja aman yang direkomendasikan produsen. Jangan menggunakan shackle melebihi kapasitas tersebut.
  • 5. Pastikan sesuai dengan sistem lifting: Ukuran shackle harus kompatibel dengan hook crane, wire rope sling, chain sling, maupun webbing sling agar proses pengangkatan berjalan aman.

Memahami ukuran dan kapasitas shackle sejak awal akan membantu mengurangi risiko kegagalan sambungan saat lifting.

Jenis Jenis Shackle

Terdapat beberapa jenis shackles yang umum digunakan pada berbagai sektor industri. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.

  • 1. Bow Shackle: Bow shackle memiliki bentuk melengkung menyerupai busur sehingga mampu digunakan untuk beberapa arah tarikan sekaligus. Jenis ini sering digunakan pada aplikasi lifting dengan lebih dari satu sling.
  • 2. D Shackle: D shackle atau dee shackle memiliki bentuk menyerupai huruf D. Jenis ini lebih cocok digunakan untuk pengangkatan dengan arah tarikan lurus karena distribusi bebannya lebih terpusat.
  • 3. Screw Pin Shackle: Jenis ini menggunakan pin ulir sehingga pemasangan dan pelepasannya lebih praktis. Screw pin shackle banyak digunakan untuk pekerjaan sementara yang membutuhkan proses bongkar pasang cepat.
  • 4. Bolt Type Shackle: Bolt type shackle menggunakan baut, mur, dan cotter pin sehingga memberikan tingkat keamanan lebih tinggi. Jenis ini direkomendasikan untuk aplikasi permanen atau lingkungan dengan getaran tinggi.

Memahami berbagai jenis shackles akan memudahkan pengguna dalam menentukan produk yang sesuai berdasarkan arah tarikan, kapasitas, dan kondisi kerja.

1 Shackle Berapa Meter?

Dalam dunia pelayaran, istilah shackle juga digunakan sebagai satuan panjang rantai jangkar.

1 shackle setara dengan sekitar 27,4 meter atau 15 fathom.

Namun, pada industri lifting dan rigging, istilah shackle lebih dikenal sebagai komponen penghubung yang digunakan untuk mengaitkan berbagai perlengkapan pengangkat. Oleh karena itu, konteks penggunaan istilah shackle perlu dipahami agar tidak menimbulkan kesalahan interpretasi.

Apa Kegunaan dari Shackle dalam Lifting Gear?

Shackle merupakan salah satu komponen utama dalam lifting gear. Fungsi utamanya adalah menghubungkan berbagai perlengkapan pengangkat sehingga beban dapat diangkat dengan aman dan stabil.

Beberapa kegunaan shackle dalam lifting gear meliputi:

  • Menghubungkan wire rope sling dengan hook crane.
  • Menyambungkan chain sling ke masterlink.
  • Menghubungkan webbing sling dengan titik angkat pada beban.
  • Membantu proses lifting, towing, dan rigging.
  • Mempermudah pemasangan maupun pelepasan perlengkapan pengangkat.

Pemilihan ukuran dan kapasitas shackle yang tepat sangat berpengaruh terhadap keamanan seluruh sistem lifting.

Apa Saja 4 Jenis Perlengkapan Pengangkat (Rigging)?

Selain shackle, terdapat beberapa perlengkapan rigging lain yang bekerja bersama dalam proses pengangkatan.

Empat perlengkapan pengangkat yang paling umum digunakan adalah:

  • 1. Wire Rope Sling: Sling berbahan baja yang memiliki kekuatan tarik tinggi untuk aplikasi heavy duty.
  • 2. Chain Sling: Sling berbentuk rantai yang cocok digunakan pada lingkungan bersuhu tinggi dan pekerjaan berat.
  • 3. Webbing Sling: Sling berbahan polyester yang ringan serta aman digunakan untuk material dengan permukaan sensitif.
  • 4. Shackle: Komponen penghubung antara sling, masterlink, hook crane, maupun titik angkat pada beban.

Seluruh perlengkapan tersebut harus memiliki kapasitas kerja yang sesuai agar sistem lifting dapat beroperasi secara aman.

Penuhi kebutuhan shackle dan berbagai lifting equipment Anda bersama Powertec. Kami menyediakan beragam produk berkualitas, mulai dari wire rope, hoist, rigging, sling belt, hingga perlengkapan material handling lainnya yang telah memenuhi standar internasional untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.

Untuk kemudahan berbelanja, Anda dapat melakukan pembelian melalui disini. Sementara itu, informasi lengkap mengenai rangkaian produk dan solusi lifting dari Powertec dapat Anda temukan di powertec.id.

FAQ

1. Apa jenis lifting shackle?

Jenis lifting shackle yang paling umum digunakan adalah bow shackle, D shackle, screw pin shackle, dan bolt type shackle. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan aplikasi lifting.

2. Bagaimana menentukan kapasitas shackle?

Kapasitas shackle ditentukan berdasarkan nilai Working Load Limit (WLL) yang tertera pada bodi produk. Selain itu, pastikan ukuran dan kapasitas shackle sesuai dengan berat beban, jenis sling, serta faktor keselamatan yang dipersyaratkan.

3. Bagaimana memilih ukurannya?

Pilih ukuran shackle dengan mempertimbangkan diameter pin, ukuran bukaan, dimensi bodi, kapasitas kerja aman (WLL), serta kompatibilitas dengan wire rope sling, chain sling, atau webbing sling yang digunakan. Penggunaan ukuran yang tepat akan meningkatkan keamanan dan efisiensi proses lifting.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bow Shackle Omega G2130 6.5 Ton – 7/8″ POWERTEC Segel Bolt Type”

Your email address will not be published. Required fields are marked *